R&A : PERBEDAAN SENYAWA ORGANIK DAN SENYAWA ANORGANIK

 

A.    TUJUAN

Adapun tujuan dari praktikum ini, yaitu :

  1. Mempelajari tes-tes yang digunakan untuk mengidentifikasi unsur penyusun senyawa tersebut.
  2. Mengamati beberapa sifat dasar antara senyawa organik dan anorganik.

B.       LANDASAN TEORI

Senyawa organik adalah golongan besar senyawa kimia yang molekulnya mengandung karbon, kecuali karbida, karbonat, dan oksida karbon. Studi mengenai senyawaan organik disebut kimia organik. Di antara beberapa golongan senyawaan organik adalah senyawa alifatik, rantai karbon yang dapat diubah gugus fungsinya; hidrokarbon aromatik, senyawaan yang mengandung paling tidak satu cincin benzena; senyawa heterosiklik yang mencakup atom-atom nonkarbon dalam struktur cincinnya; dan polimer, molekul rantai panjang gugus berulang. Pembeda antara kimia organik dan anorganik adalah ada/tidaknya ikatan karbon-hidrogen. Sehingga, asam karbonat termasuk anorganik, sedangkan asam format, asam lemak pertama, organik (Siregar, 2012).

Bahan organik dihasilkan oleh tumbuhan melalui proses fotosintesis, sehingga unsur karbon merupakan penyusun utama dari bahan organik tersebut yang berada dalam bentuk senyawa polisacharida, seperti sellulosa, hemi-sellulosa, pati serta bahan pektin dan lignin. Selain itu beberapa bahan organik tanah juga mengandung protein dan beberapa senyawa nitrogen lain. Bahan organik secara umum dibedakan atas bahan organik yang relatif sukar didekomposisi karena disusun oleh senyawa siklik yang sukar diputus atau dirombak menjadi senyawa yang lebih sederhana, termasuk di dalamnya adalah bahan organik yang mengandung senyawa lignin, minyak, lemak dan resin yang umumnya ditemui pada jaringan tumbuh-tumbuhan; dan bahan organik yang mudah didekomposisikan karena disusun oleh senyawa sederhana yang terdiri dari C, H dan O, termasuk di dalamnya adalah senyawa dari sellulosa, pati, gula dan senyawa protein (Lestari, 2009).

Perbedaan antara senyawa organik dengan senyawa anorganik (Siregar, 2012)

No Senyawa organik Senyawa Anorganik
1 Kebanyakan berasal dari makhluk hidup dan beberapa dari hasil sintesis Berasal dari sumber daya alam mineral ( bukan makhluk hidup)
2 Senyawa organik lebih mudah terbakar, dan memberikan hasil akhir CO2, H2O, dan hasil sampingan lainnya. Tidak mudah terbakar
3 Strukturnya lebih rumit Struktur sederhana
4 Semua senyawa organik mengandung unsur karbon Tidak semua senyawa anorganik yang memiliki unsur karbon
5 Hanya dapat larut dalam pelarut organik Dapat larut dalam pelarut air atau organik
6 CH4, C2H5OH, C2H6 dsb. NaF, NaCl, NaBr, NaI dsb.
7 Umumnya bersifat non-elektrolit Umumnya bersifat elektrolit (konduktor listrik dalam larutannya)
8 Reaksi berlangsung lambat Reaksi berlangsung cepat
9 Titik didih dan titik lebur rendah Titik didih dan titik lebur tinggi

Bila bahan biologis dibakar, semua senyawa organik akan rusak; sebagian besar karbon berubah menjadi gas karbon dioksida (CO2), hidrogen menjadi uap air, dan nitrogen menjadi uap nitrogen (N2). Sebagian besar mineral akan tertinggal dalam bentuk abu dalam bentuk senyawa anorganik sederhana, serta akan terjadi penggabungan antarindividu atau dengan oksigen sehingga terbentuk garam anorganik (Arifin, 2008).

Karbon atau arang mmerupakan suatu padatan berpori yang mengandung 85% sampai 95% karbon, dihasilkan dari bahan-bahan yang mnegandung karbon dengan pemanasan pada suhu tinggi. Ketika pemanasan berlangsung, diusahakan agar tidak terjadi kebocoran udara di dalam ruang pemanasan sehingga bahan yang mengandung karbon tersebut hanya terkarbonisasi dan tidak teroksidasi (Darmawan, 2008).

Alkohol R-OH dapat dianggap hidrolisis dari alkana R-H, maupun sebagai turunan alkali dari air H-OH. Sebagai turunan alkanan maupun air, sifat alkohol dapat menyerupai sifat air karena keasaan gugus fungsi keduanya (Anonim, 2012). Alkohol mengandung suatu oksigen sp3 dengan dua elektron valensi menyendiri, dimana senyawa ini bersifat polar (Fessenden, 1982).

Etanol merupakan zat cair, tidak berwarna, berbau spesifik, mudah terbakar dan menguap, dapat bercampur dalam air dengan segala perbandingan. Secara garis besar penggunaan etanol adalah sebagai pelarut untuk zat organik maupun anorganik, bahan dasar industri asam cuka, ester, spirtus, asetaldehid, antiseptik dan sebagai bahan baku pembuataneter danetil ester,Etanol juga untuk campuran minuman dan dapat digunakan sebagai bahan  bakar (gasohol) (Wiratmaja, 2011).

Ikatan hidrogen dapat membentuk fase baru dan menghasilkan suatu senyawa baru dalam ikatannya dengan atom lain seperti atom C, N, O, maupun ikatannya dengan atom hidrogen sendiri, antara lain dalam pembentukan benzena, air(es), amoniak dan lain-lain. Pada ikatan hidrogen tersebut terdapat karakteristik proton penyusun atomnya, yaitu gerakan-gerakan dinamis proton dalam ikatan tersebut dapat dipelajari dengan mengkaji persamaan gerak proton dalam ikatan sehingga dapat diketahui perilaku proton dalam keadaan tertentu. Ikatan hidrogen dalam molekul H2O merupakan ikatan kovalen, kajian kepadanya diperlukan untuk mengetahui bagaimana keadaan ideal dari molekul tersebut (Kurniawan, 2005).

C.      URAIAN BAHAN

a)      Akuades (FI.Ed.III hal. 96).

  • Nama Resmi             : Aqua destilata.
  • Nama Lain    : air suling
  • Rumus Molekul        : H2O
  • Berat molekul           : 18
  • Rumus Bangun         :
  • Pemerian                   : Cairan jernih, tidak berwarna, tidak  berbau, tidak mempunyai rasa.
  • Penyimpanan            : dalam wadah tertutup baik.
  • Kegunaan                  : sebagai pelarut.

b)     NaCl (FI.Ed.III hal. 403).

  • Nama Resmi                         : Natrium Chloridum
  • Nama Lain                : Natrium klorida
  • Berat Molekul           : 32.04 g/mol
  • Rumus Molekul        : NaCl
  • Rumus Bangun         :
  • Pemerian                   : Hablur bentuk kubus, tidak berwarna atau serbuk hablur      putih; rasa asin.
  • Kelarutan           : Mudah larut dalam air; sedikit lebih mudah larut dalam air mendidih; larut dalam gliserin; sukar larut dalam etano
  • Penyimpanan      : Dalam Wadah Tertutup baik
  • Khasiat               : Hemodialisis
  • Kegunaan           : Sebagai Sampel

c)      AgNO3 (FI. Ed III, hal.

  • Nama Resmi            : Argenti Nitras
  • Nama Lain                : Perak nitrat
  • Berat molekul           : 168,87 g/mol
  • Rumus Molekul        : AgNO3
  • Pemerian                   : hablur transparan atau serbuk hablur berwarna putih, tidak berbau dan menjadi gelap jika kena cahaya
  • Kelarutan                  : sangat mudah larut dalam air dan dalam etanol (95%)
  • Kegunaan                  : sebagai larutan baku

d)     Etanol

  • Nama Resmi                         : Etil Alkohol / etanol
  • Nama Lain                : Etil alkohol; hidroksietana; alkohol; etil hidrat; alkohol absolut
  • Berat molekul           : 46,07 g/mol
  • Rumus Molekul        : C2H5OH
  • Rumus Bangun         :
  • Pemerian                   : cairan yang mudah menguap, mudah terbakar, tak berwarna, dan merupakan alkohol yang paling sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari
  • Kegunaan                  : sebagai pelarut.

e)      Kloroform

  • Nama                        : Chloroformum
  • Nama lain                  : kloroform
  • Berat molekul           : 119,38 g/mol
  • Rumus molekul         : CHCl3
  • Rumus bangun          :
  • Pemerian                   : cairan, mudah menguap; tidak berwarna; bau khas; rasa manis dan membakar.
  • Kelarutan                  : larut dalam lebih kurang 200 bagian air; mudah larut dalam etanol mutlak, dalam eter, dalam sebagian besar pelarut organik, dalam minyak atsiri dan dalam minyak lemak.
  • Penyimpanan                        : dalam wadah tertutup baik bersumbat kaccca, terlindung dari cahaya.
  • Khasiat                      : pengawet dan zat tambahan
  • Kegunaan                  : pereaksi

f)       KI (FI. Ed. III hal. 330).

  • Nama resmi               : Kalii iodidum
  • Nama lain                  : Kalium Iodida
  • BM / RM                  : 166,00 g/mol
  • Rumus molekul         : KI
  • Rumus bangun          :
  • Pemerian                   : transparan atau tidka berwarna, opak dan putih; atau serbuk butiran putih. Higroskopis.
  • Kelarutan              : sangat mudah larut dalam air, lebih mudha larut dalam air mendiidh; larut dalam etanol (95%); mudah larut dalam gliserol.
  • Penyimpanan                        : dalam wadah tertutup baik
  • Kegunaan                  : sebagai bahan uji

g)      Glukosa (FI. Ed. III hal.268)

  • Nama resmi               : Glucosum
  • Nama lain                  : Glukosa
  • BM / RM                  : 198,17 g/mol
  • Rumus molekul         : C6H12O6
  • Rumus bangun          :
  • Pemerian                   : hablur tidak berwarna, serbuk halus atau butiran putih; tidak berbau; rasa manis.
  • Kelarutan                  : mudah larut dalam air; sangat mudah larut dalam air mendidih; agak sukar larut dalam etanol (95%) mendidih; sukar larut dalam etanol (95%).
  • Penyimpanan                        : dalam wadah tertutup baik
  • Kegunaan                  : sebagai bahan uji

h)     HCl

  • Nama resmi               : Acidum Hydrochloridum
  • Nama lain                  : Asam klorida
  • BM / RM                  : 36,46 g/mol
  • Rumus molekul         : HCl
  • Rumus bangun          :
  • Pemerian                   : cairan tidak berwarna; berasap; bau merangsang. Jika diencerkan dengan 2 bagian air, asao dan bau hilang.
  • Penyimpanan                        : dalam wadah tertutup rapat
  • Kegunaan                  : sebagai bahan uji

 

 

D.      METODE KERJA

  1. 1.        Alat dan Bahan

a)      Alat.

Alat yang digunakan, yaitu :

–          Tabung reaksi

–          Pipet tetes

–          Pemanas bunsen

–          Hotplate

–          Gelas kimia

–          Cawan krus

–          Kawat tembaga

b)      Bahan.

Bahan yang digunakan, yaitu :

–          NaCl

–          Kloroform

–          Etanol

–          Ag NO3

–          Air es

–          HCl

–          KI

–          Glukosa

–          Air Liur

  1. 2.      Prosedur Kerja
    1. Deteksi unsur-unsur dengan pembakaran senyawa organik

2 ml etanol

–          Dipipet

–          Dimasukan kedalam cawan krus

–          Dibakar

Hasil..?

Air es

–          Dimasukan kedalam gelas kimia kering

–          Disimpan diatas pembakaran etanol

–          Diamati

  1. Tes Beilstein

HCl 3 M

–          Dimasukan ke tabung

–          Dimasukan kawat tembaga yang telah dipanaskan pada pemanas bunsen sebelumnya

–          Diamati

–          Langkah-langkah uji diatas diulangi untuk larutan CHCl3, KI dan air ludah

Hasil..?

  1. Perbedaan sifat karena pemanasan.

NaCl

–          Dimasukan ke cawan krus

–          Dipanaskan

–          Diamati

–          Tahap uji diulangi untuk bahan glukosa

Hasil..?

  1. Perbedaan dalam ionisasi.

NaCl 0,1 M

–          Dipipet 2 ml

–          Dimasukan ke tabung reaksi

–          Ditambahkan 3 tetes AgNO3 1%

–          Diamati

–          Tahap uji diulangi untuk bahan kloroform

Hasil..?

 

 


E.       HASIL PENGAMATAN

No Uji Perlakuan Hasil

1.

Deteksi unsur-unsur dengan pembakaran senyawa organik

Etanol 2 ml dibakar dan disimpan akuadesdinisn pada gelas kimia diatas cawan krus Etanol lebih cepat menguap dibandingkan air

2.

Perbedaan dalam ionisasi

  1. NaCl + Ag NO3

 

Terionisasi
  1. Kloroform + Ag NO3

 

Tidak terionisasi

3.

Tes beilstein

HCl 3M + kawat tembaga panas Reaksi positif terdapat gelembung
Kloroform + kawat tembaga panas Reaksi positif tidak terdapat gelembung
KI + kawat tembaga panas

4.

Perbedaan sifat karena pemanasan

NaCl dipanaskan Tidak terjadi perubahan
Glukosa dipanaskan Menjadi hitam

F.       PEMBAHASAN

Senyawa organik merupakan senyawa yang memiliki ikatan karbon dan hidrogen atau lebih sederhananya memiliki atom karbon sebagai salah satu unsur yang menyusun senyawa tersebut kecuali karbida, karbonat, dan oksida karbon. Sedangkan senyawa anorganik merupakan senyawa yang tidak memiliki atom karbon, dalam hal ini senyawa dapat dibentuk oleh unsur logam dan logam, non logam dan logam, dan sebagainya. Senyawa organik dan anorganik memiliki sifat yang berbeda dalam merespon reaksi kimia dengan senyawa lain. Berdasarkan perbedaan ini, maka pada percobaan kali ini dilakukan beberapa uji terhadap sampel-sampel yang termasuk senyawa organik dan senyawa anorganik.

Senyawa organik yang digunakan yaitu etanol, kloroform, dan glukosa, sedangkan senyawa anorganik yang digunakan yaitu H2O, HCl, NaCl, dan KI. Uji pertama yaitu deteksi unsur-unsur dengan pembakaran senyawa organik, hasil yang diperoleh yaitu etanol lebih cepat mencapai titik didihnya dan terjadi penguapan dibandingkan air. Seperti yang diketahui beberapa faktor yang mempengaruhi titik didih yaitu berat molekul, adanya zat terlarut, dan ikatan yang dibentuk oleh antar molekul. Berat molekul berbanding lurus dengan kenaikan titik didih suatu larutan, semakin besar berat molekul menandakan bahwa banyaknya molekul dalam larutan tersebut, sehingga pergerakan molekul semakin sulit dan membuat ikatan yang dibentuk pun susah putus. Adanya zat terlarut masih berkaitan dengan penambahan berat molekul. Jenis ikatan juga ikut andil dalam titik didih suatu larutan. Larutan yang molekul-molekulnya diikat oleh ikatan ionik atau kovalen yang bersifat kuat maka diperlukan waktu lebih untuk memutuskannya.

Etanol walaupun memiliki berat molekul yang lebih tinggi dari pada air, yaitu 46,07 g/mol tetapi lebih cepat mencapai titik didihnya dibandingkan air. Hal ini dipengaruhi oleh faktor ikatan yang dibentuk oleh molekul air, dimana antara atom O pada suatu molekul akan mengikat dengan ikatan hidrogen dengan atom H pada molekul lainnya. Berdasarkan teori, ikatan hidrogen ini merupakan ikatan kovalen polar yang tingkat kekuatan ikatannya berada dibawah ikatan ionik dan ikatan ini banyak dibentuk oleh senyawa organik. Untuk memutuskan ikatan hidrogen sangat susah sebab kecenderungan atom H untuk tertarik ke atom O yang bersifat lebih elektronegativitas, sehingga ikatan ini susah untuk dilepaskan. Sedangkan pada etanol juga terjadi ikatan hidrogen pada molekulnya, mengingat etanol memiliki molekul yang hampir sama dengan air, tetapi adanya gugus alkil pada sisi lain atom O yang membuat ikatan yang dibentuk tidak sekuat ikatan yang dibentuk oleh air.

Selanjutnya dilakukan uji perbedaan dalam ionisasi. Seperti yang diketahui senyawa organik merupakan non elektolit dan senyawa anorganik merupakan senyawa elektrolit. Elektrolit merupakan kemampuan untuk mengantarkan listrik yang disebabkan oleh terbentuknya kation dan anion dalam larutan sehingga listrik dapat dihantarkan. Ketika HCl yang merupakan senyawa anorganik di tambahkan beberapa tetes AgNO3, maka ikatan ion HCl terputus dengan terbentuknya H yang beruang pasial positif dan Cl yang beruang parsial negatif, inilah yang dikatakan sebagai ion muatan yang dihasilkan dan ionisasi yaitu terbentuknya ion-ion yang bermuatan. Sedangkan pada anorganik, ketika kloroform ditambahkan AgNO3, kloroform tidak dapat berubah menjadi ion-ion. Tujuan penambahan AgNO3 untuk bereaksi dengan senyawa larutan sehingga pada senyawa yang terdiri atas ion, ion-ionnya akan lebih mudah bergerak bebas.

Terbentuknya ion-ion ini berkaitan dengan uji beilstein. Pada uji ini, kedalam NaCl, kloroform dan KI dimasukan kawat yang telah dipanaskan, lalu diamati terbentuknya gelembung-gelembung pada larutan. Hasil yang diperoleh yaitu senyawa organik tidak terdapat gelembung pada larutan sedangkan pada larutan senyawa organik terdapat gelembung. Ketika kawat panas dimasukan kedalam larutan, ion-ion pada larutan senyawa anorganik akan menghantarkan panas dan akan terbentuk gelembung-gelembung gas yang berupa hidrogen sebagai bentuk penguapan. Sedangkan pada larutan senyawa organik tidak dapat membentuk ion-ion sehingga gelembung gas tidak dapat dihasilkan. Pada percobaan ini tidak dilakukan perlakuan uji pada larutan KI sehingga tidak diperoleh hasil untuk KI.

Selanjutnya dilakukan uji perbedaan sifat karena pemanasan. Telah dijelaskan sebelumnya senyawa organik disusun oleh atom karbon, dan terdapat ikatan C-H pada senyawanya. Ketika senyawa organik dipanaskan, maka atom H yang merupakan golongan gas akan mengalami penguapan dan yang tersisa adalah atom karbon. Sesuai namanya, karbon identik dengan warna hitam. Maka bila senyawa organik dipanaskan terus menerus, maka yang diperoleh adalah serbuk hitam atau kehitaman yang merupakan sifat karbon. Sedangkan pada senyawa anorganik, tidak akan mengalami perubahan apapun karena tidak disusun oleh karbon. Pada hasil pun menunjukkan hal yang sejalan dengan teori, dimana glukosa dipanaskan menghasilkan benda dengan warna hitam, ini menunjukan pada glukosa terdapat karbon. Sedangkan pada NaCl tidak terjadi perubahan apapun yang merupakan tanda bahwa tidak terdapat karbon dalam NaCl.

G.      KESIMPULAN

Adapun kesimpulan yang dapat ditarik dari praktikum ini yaitu:

  1. Untuk mengidentifikasi senyaw organik dan anorganik dapat dilakukan uji pembakaran, tes beilstein, tes pemanasan, dan tes ionisasi dengan menggunakan AgNO3 sebagai pereaksi.
  2. Sifat dasar senyawa organik yaitu memiliki titik didih yang tinggi dibandingkan senyawa anorganik, senyawa organik tidak dapat membentuk ion-ion atau tidak terionisasi, sedangkan senyawa anorganik dapat mengalami ionisasi menjadi kation dan anion sehingga dapat menghantarkan arus listrik dan menghasilkan gelembung, senyawa organik bila dipanaskan akan terbentuk arang yang merupakan perwujudan dari atom karbon dalam senyawanya sedangkan pada senyawa anorganik bila dipanaskan tidak akan berubah warna menjadi hitam.


DAFTAR PUSTAKA

Arifin. Z. 2008. Beberapa Unsur Mineral Esensial Mikro Dalam Sistem Biologi dan Metode Analisisnya. Jurnal Litbang Pertanian. Vol. 27 No.3.

 

Darmawan. P. 2008. Pembuatan dan Karakterisasi Karbon Aktif dari Kulit Ubi Kayu. Jurnal Kimia dan Teknologi. ISSN 0216-163X.

 

Fessenden, Fessenden. 1982. Kimia Organik. Edisi Ketiga Jilid 1, Erlangga, Jakarta.

Kurniawan. Y., Muhammad. N. 2005. Studi Pemodelan Dinamika Proton Dalam Ikatan Hidrogen H2O Padatan Satu Dimensi. Jurnal Fisika. Vol.8, No.3.

 

Lestari. A.P. 2009. Pengembangan Pertanian Berkelanjutan Melalui Subtitusi Pupuk Anorganik dengan Pupuk Organik. Jurnal Agronomi. Vol.13, No.1.

Siregar. 2012. Senyawa Organik dan Anorganik. http://chemicalregar.blogspot.com/2012/04/senyawa-organik-dan-anorganik.html. Diakses 17 November 2012.

Wiratmaja. I.G., I Gusti. BWK., I Nyoman. SW. 2011, “Pembuatan Etanol Generasi Kedua Dengan Memanfaatkan Limbah Rumput Laut Eucheuma Cottonii Sebagai Bahan Baku”, Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Vol. 5 No.1.

Pertanyaan :

  1. Simpulkan perbedaan senyawa organik dan senyawa anorganik !
  2. Tuliskan persamaan reaksi untuk percobaan 1a1; 1a2; 1a3 dan 1b !
  3. Tuliskan persamaan reaksi untuk percobaan 2a !
  4. Simpulkan hasil pengamatan percobaan 2b!
  5. Simpulkan hasil ppengamatan percobaan 2c !

Jawab :

  1. Perbedaan senyawa organik dan senyawa anorganik :

–          Senyawa organik memiliki atom karbon pada senyawanya, sedangkan senyawa anorganik tidak memiliki atom karbon pada senyawanya

–          Ikatan yang menyusun molekul senyawa organik yaitu ikatan kovalen, sedangkan ikatan yang menyusun molekul senyawa anorganik yaitu ikatan ionik dan kovalen polar

–          Senyawa organik memiliki titik didih yang rendah sehingga cepat mengalami penguapan, sedangkan senyawa anorganik memiliki titik didih yang tinggi

–          Senyawa organik bukan senyawa elektrolit, tidak mampu terionisasi sehingga tidak dapat menghasilkan gelembung gas, sedangkan senyawa anorganik merupakan senyawa elektrolit, mampu terionisasi sehingga menghasilkan gelembung gas ketika diberikan kawat panas.

–          Apabila dibakar, senyawa organik akan mengalami perubahan warna menjadi hitam yang disebabkan oleh adanya karbon dalam senyawanya, sedangkan senyawa anorganik tidak akan mengalami perubahan warna menjadi hitam.

  1. Percobaan 2c :

Senyawa organik yaitu kloroform bukanlah senyawa yang dapat membentuk ion atau mengalami ionisasi sehingga ketika ditambahkan AgNO3 maka tidak terjadi ionisasi, sedangkan senyawa anorganik yang terikat secara ionik ketika ditambahkan AgNO3, ikatan ioniknya akan merenggang dan putus menyebabkan terbentuknya ion-ion bermuatan sehingga senyawa anorganik dapat terionisasi dan tidak pada senyawa organik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s